Bingung mengingat hal lain tentang Surabaya selain hawanya yang panas? Lain kali berkunjung sempatkan mampir ke Jalan Waspada, pada malam hari, untuk mencicipi jajan lokal yang satu ini.
Dijamin gurih adonan kelapa dan tepung yang dipanggang dengan mentega dan aneka pilihan topping—seperti mesies cokelat, kacang, maupun keju—bikin Anda kangen. Karena gurih yang sama susah ditemukan pada banyak penjual kue pancong lain (termasuk yang di Jakarta, dekat daerah tempat tinggal saya sekarang). Ini memang jajanan paling nikmat buat disantap malam hari, selepas makan malam sambil jalan-jalan keliling kota, dan mestinya cukup untuk menetralisir kenangan awal Anda tentang Surabaya tadi.
Sudah sejak lama saya dan Papa saya mengenal Cak Mustar dan kue pancongnya. Saat itu beliau masih berjualan dengan pikulan, belum pakai merek, dan lokasinya berpindah-pindah. Kadang di Jalan Waspada, seberang Pasar Atum, kadang di Jalan Praban, salah satu pusat belanja sepatu dan sandal. Suatu kali kami juga mendapatinya berjualan di Jalan Pengampon II, dekat rumah almarhum Kukong saya. Ternyata beliau memang tinggal dan berjualan di situ saat pagi, hingga sekarang seperti tertulis di spanduknya. Kami tidak pernah bertanya apa sebabnya ia berpindah-pindah… Mungkin waktu itu rumah tinggalnya di sana juga, jadi bisa jualan sambil bersama keluarga. Mungkin juga terlanjur punya langganan di Praban dan Waspada dan susah memindahkannya (di Waspada dia berjualan di depan persewaan komik, yang pastinya nikmat banget membaca komik sambil menyantap jajan ini). Mungkin juga terlanjur fengshui-nya begitu, hahaha…
20 tahun lebih berlalu, tidak banyak yang berubah dari Cak Mustar kecuali lebih gemuk—dipercaya orang sebagai pertanda banyak rejeki—sementara kue pancong bikinannya tetap selezat sediakala, baik yang pakai topping maupun original. Harganya juga masih bersahabat, di kisaran Rp 9000 (dari Rp 500-Rp 750 waktu kami pertama kali beli lebih 20 tahun lalu), dan selepas membayar dia tak pernah lupa bilang, “Kamsia, kamsia.”
Sama-sama. Matur nuwun, Cak!

No comments yet
Pengumpan komentar untuk artikel ini