Lama tak menengok daerah Citra Land, saat pulang Surabaya beberapa hari kemarin akhirnya kesampaian mampir.
Daerah yang tadinya terpencil ini (dari rumahku yang sudah masuk wilayah Surabaya Barat saja masih harus menempuh 7-8 kilometer lagi ke Barat; weleh!) makin ramai dan cantik saja dengan bertambahnya resto/kafe di daerah sana. Kebetulan daerahnya juga lebih hijau daripada bagian Surabaya yang lain, plus cuaca akhir pekan lalu sedang bersahabat.
Aku dan teman-teman lalu mencoba resto baru yang bernama Kahyangan, tak jauh dari komplek resto/kafe outdoor di G-Walk (mirip dengan Benton Junction di Karawaci). Saat baru masuk aku agak déjà vu dengan resto-resto Tugu Group karena resto ini bernuansa etnik, dandanan dan perabotannya vintage, dan lampunya serba remang-remang. Melihat nama-nama aneh di daftar menu makin mirip saja dengan suasana makan di resto-resto itu.
Yah, tapi seperti kata Nagabonar, “itu tidak penting”. Kami memang tidak sedang serius berwisata kuliner, dan hidangan demi hidangan lezat itu–mulai dari gurami bakar, ayam goreng kremes, hingga cumi dan aneka sayuran yang menggugah selera–dengan lahapnya kami nikmati sampai habis tanpa protes. Dan rasanya memang enak, terlebih karena juga tidak perlu ditebus dengan harga yang terlalu mahal–cukup sekitar Rp 35.000 per orang.
Brengseknya memang rencana diet jadi bubar, padahal badan sudah sedemikian melar. Lha salah sendiri pengen diet kok malah ke Surabaya. Cah gendeng…
PS: Kamsia ya, Ndog, udah dikasih tau tempat makan baru yang enak.

No comments yet
Pengumpan komentar untuk artikel ini