You are currently browsing the daily archive for Mei 15th, 2008.
Setelah merasakan 3 kali pindah kerja dalam kurang dari 5 tahun, ada kejanggalan yang terjadi hampir di setiap tempat yang aku singgahi: atasanku pindah.
Tentunya memang sudah rencana masing-masing, tapi kok kejadiannya pas aku belum lama bergabung. Jadinya sempat terlintas di perasaanku, apa aku ini biang bikin bos pindah…
Yang pertama terjadi sekaligus 2 orang yang resign–satunya beralih ke posisi yang lebih strategis di belakang layar, satunya lagi bener-bener resign dan alih bidang ke seni murni. Keduanya sudah mengabdi 18 tahun dan 13 tahun saat resign.
Kejadian kedua, di perusahaan berikutnya, bos yang sudah mengabdi 11 tahun juga resign menjelang hampir setahun sejak aku bergabung, justru pas lagi asik-asiknya kerja bareng dia. Lalu yang terakhir, di perusahaan berikutnya lagi, Group Head yang baru sama-sama bergabung hampir tiga bulan lalu juga resign–buka usaha sendiri bersama teman-temannya–juga pas lagi asik-asiknya chemistry di tim kami.
Di satu sisi ikut senang melihat teman bergerak maju, baik itu pindah ke posisi yang lebih strategis, pindah ke perusahaan yang lebih bagus, menemukan profesi baru yang lebih disukainya, atau bahkan memulai usahanya untuk menjadi lebih mandiri. Tapi bagaimanapun kehilangan bukan hal yang mudah untuk dihadapi, apalagi bila itu adalah kehilangan mitra kerja yang selaras dan sevisi.
Lebih kehilangan lagi ketika mengingat belum banyak project berarti yang terealisasi selama kerja bareng. Seandainya saja sedikit lebih panjang kebersamaan itu, sampai sempat bikin “sesuatu” dulu, mungkin perpisahan itu tidak akan terasa sedemikian berat. Atau malah tambah berat lagi? Ah, entahlah…
Itulah manusia, sulit merasa cukup, dan selalu kurang siap untuk berpisah. Lupa bahwa setiap orang hakikatnya adalah jiwa yang bebas, dan kebersamaan apa pun cepat atau lambat pasti akan berakhir.
