But for me, I will remember it as the year I fell in love again.
With my job. For I almost quit, and came back.
With a new hobby… travelling and train, since blogging in 2005.
And with a girl. For I thought I could never love another girl, which I had not for more than 10 years. Even if it wasn’t something that could work, I would still regard it as a blessing, to feel love again. To feel life again.
Tidak biasanya ia mengirimkan ucapan lebih dulu. Sedang ingat, atau… sedang kangen? Halah, ngarep banget dikangenin. Tapi… Janji makan siang itu memang belum juga terjadi, dan entah apakah akan pernah terjadi.
Senang sekali menerima pesan singkat darinya, walaupun hanya tiga kata dan tiga tanda seru. Pikiran yang lelah karena remeh-temeh sejenak kembali jernih. Coba ponsel ini lebih canggih sedikit, tentu bisa sekaligus melihat fotonya.
Dua belas tahun berlalu sejak kami bertengkar dan berhenti bertegur sapa selama beberapa bulan, sebelum ia yang kembali membuka percakapan ini. Hatinya memang bening, sebening wajahnya. Sayang hanya bisa kulihat dan kulamunkan. Tak lagi bisa kusentuh, apalagi kumiliki, karena tahun ini ia akan resmi menjadi istri orang lain.
Sepertinya itu akan jadi pesan terakhirnya sebelum terbitnya undangan. Seraya pamit pada ingatan masa lalu, Happy New Year too.
For a beer Angkor Beer is a bit soft--like the gentleness of the Cambodians--but still good. "You want a cold beer, Siiiir? One dollar..." 10 hours ago